Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

6 Agustus 2008

Belajar Membuat Website Sendiri

Banyak orang berpikiran untuk membuat website itu sulit dan harus mengerti mengenai kode-kode bahasa pemograman. Tetapi sebenarnnya tidak perlu mengerti pun, Anda bisa membuat website dengan mudah, karena saat ini sudah banyak software pembuat website yang bisa Anda install di website Anda. Memang alangkah lebih baiknya, Anda mengerti beberapa penulisan kode HTML, dan itu pun hanya beberapa kode saja.

Software pembuat website tersebut bisa berupa site builder yang disediakan oleh tempat Anda membeli hosting, maupun software-software open source yang dimulai dari software blog wordpress, software cms joomla, software forum, dan lain-lainnya yang bisa digunakan dengan gratis. Anda hanya perlu menginstallnya sesuai petunjuk yang diberikan, dan website Anda bisa langsung berjalan, tanpa harus memulainya dari awal seperti membuat website dengan kode-kode HTML.

Saya sudah membuatkan tutorial praktis dalam membuat website yang bisa dilihat melalui Link Belajar Membuat Website.

Termasuk dari awal pemilihan domain, pembelian hosting sampai proses penginstallan. Silahkan belajar melalui website tersebut. Tutorial tersebut merupakan tutorial singkat, yang bisa Anda pelajari sendiri untuk proses pengembangannya, semoga bermanfaat dan selamat belajar membuat website.

2 Agustus 2008

Bundling HP dan Starter Pack, Efektifkah?

Duluuu.. waktu awal-awal beroperasinya telekomunikasi menggunakan teknologi CDMA di Indonesia, katanya kendala utama penetrasi pasarnya adalah jenis dan jumlah HP yang masih sedikit dan harganya yang masih mahal. Dengan alasan itu, operator2 CDMA melakukan strategi bundling HP dan Starter Pack untuk meningkatkan salesnya. Dimulai oleh salah satu operator, dan kabarnya memang laku keras. Untuk menjaga supaya pelanggan tetap loyal pada operator itu, maka si HP pun di-lock sehingga hanya dapat digunakan untuk Starter Pack si operator.
Kemudian terbukti kenyataan di lapangan gak seindah itu. Orang Indonesia kan paling pinter kalo disuruh ngotak-atik :-P . Lock HP itu ternyata bisa dibobol. Maka beredarlah HP bermerk salah satu operator, tapi berisi kartu operator lain.
Tapi kisah sukses penjualan sistem bundling ini ternyata menggoda operator lain untuk melakukan hal serupa. Maka berbagai macam program pun bermunculan di pasar. Dan kabarnya sih… emang laku keras. Meski kabar itu juga diiring berita tentang dibukanya unlock HP bundling itu sehingga bisa digunakan untuk kartu operator lain, hal itu tidak menyurutkan niat para operator untuk terus menggelontorkan produk-produk bundlingnya. Bahkan baru-baru ini ada operator yang mengeluarkan program bundling tanpa lock. Weleh-weleh.. hebat kali. Kayak buang-buang HP aja. Berita yang aku denger sama dan sejenis, HP nya memang laku, tapi isinya diganti nomor dari operator lain. Namanya juga pasar, mereka akan memilih mana yang paling menguntungkan.
Ini yang bikin aku heran. Dalam pemikiran cetekku, apa sih untungnya penjualan yang tinggi pada suatu waktu, tapi kemudian banyak cabutan di waktu berikutnya (karena HP itu lalu digunakan untuk kartu dari operator lain)? Banyak resources yang terbuang: kartunya sendiri, nomor kartu, dan (katanya) subsidi dari operator kepada vendor terminal (supaya harga bisa jadi murah), dll. Apa cuma sekedar ingin disebut operator yang punya customer base tinggi, sehingga harga saham bisa terkerek naik? Emangnya gak ada program marketing yang lebih bagus dari itu?

Mengkloning Hardisk

Di kantor ada sebuah PC yang hardisknya akan diganti dengan hardisk berkapasitas lebih besar. Kalau dilakukan dengan cara menginstall sistem operasi dan program-program yang ada di dalamnya, saya pikir akan memakan waktu lama, belum lagi waktu yang diperlukan mencari CD/DVD program yang dibutuhkan. Kejadiannya kemarin siang, saya terpikir untuk melakukan kloning hardisk. Karena pengalaman sekali-kalinya sudah lama dan waktu itu menggunakan Norton Ghost bajakan, maka saya mencoba mencari alternatif software yang dapat digunakan secara gratis.Pertama saya mencoba DriveImage XML (DIX). Proses dimulai dengan melakukan instalasi terlebih dahulu. Setelah selesai, saya dihadapkan pada pilihan menu:
Backup, untuk membuat file image dari logical drive atau partisi;
Restore, untuk merestore file image hasil backup sebelumnya;
Drive to Drive, untuk menyalin dari satu drive ke drive yang lain;
Browse, untuk membrowsing file image hasil backup. Saya berpikir, untuk keperluan saya adalah dengan memilih menu Drive to Drive. Selanjutnya adalah langkah menentukan drive asal dan drive tujuan. Tidak berbelit, proses penyalinan pun dimulai. Waktu untuk menyelesaikan proses tidak saya perhatikan, tetapi menjelang pulang sudah selesai, perkiraan saya sekitar 2 jam. Saya lihat seluruh data telah berhasil disalin. Hanya saja, ketika PC direstart dengan mencoba booting dari hardisk baru, tidak berhasil.Karena waktu yang diperlukan tidak sebentar, saya tidak berani mengulang kembali dengan DIX, misalnya dengan mencoba melakukan pengaturan setting yang mungkin dilakukan. Selanjutnya saya mencoba software lain yang saya download berbarengan dengan DIX. Namanya HDClone. Dalam websitenya ada lima versi, tetapi saya memilih yang free edition. Dari penjelasannya, versi ini hanya mendukung hardisk IDE/ATA dan SATA/eSATA, juga pembatasan proses penyalinan 300MB per menit.Ketika dijalankan program meminta kita untuk memilih, apakah akan menggunakan disket atau CD sebagai sarana booting dan memulai proses kloning. Karena CD Rom yang ada pada PC tersebut tidak mempunyai kemampuan menulis, maka saya memilih menggunakan disket. Selanjutnya PC disetting untuk melakukan booting melalui disket. Proses dimulai dengan tampilan menu grafis untuk memilih mode penyalinan apakah dari drive ke drive, drive ke partisi, partisi ke drive, atau partisi ke partisi. Untuk free edition ini ternyata ada tambahan pembatasan, karena saya hanya bisa memilih penyalinan drive ke drive saja, dan saya pikir memang itu yang saya perlukan.Bar proses nampak dan nilai prosentasi sepertinya bergerak sangat lambat, maka saya tinggal pulang saja proses tersebut. Tadi pagi, saya lihat layar sudah memberitahu bahwa proses telah selesai dengan waktu 4 jam 37 menit. Oya, hardisk asal adalah SATA berkapasitas 80GB dengan ruang sisa 3GB dan hardisk tujuan berkapasitas 250GB. Selanjutnya, saya coba booting menggunakan hardisk baru dan ternyata berjalan dengan baik, begitu juga beberapa program dan service yang ada.Selain bercerita, saya menggunakan tulisan ini untuk menyimpan link kedua software yang saya gunakan, karena jarang sekali proses mengkloning hardisk ini dilakukan. Selain itu untuk menampung komentar, mungkin ada pembaca yang mempunyai alternatif software lain yang lebih bagus dan gratis.Isi postingan sudah berakhir pada paragraf di atas. Paragraf ini merupakan paragraf tambahan yang akan muncul pada bagian bawah setiap postingan. Ini saya jadikan contoh penggunaan plugin Wordpress baru yaitu WP Additional Paragraph. Plugin ini bisa juga digunakan untuk menyisipkan kode HTML misalnya untuk menampilkan banner di bawah.